by

Ini Lima Raja Properti Top Tanah Air

Properti merupakan sektor yang terdampak paling keras oleh Pandemi Covid-19, menyusul perlambatan yang terjadi selama kurun tiga tahun terakhir. Namun demikian, sejumlah pengembang papan atas tetap meneruskan pembangunan proyek yang sudah dijalankan, dan merilis proyek-proyek baru sesuai kebutuhan pasar. Di antara pengembang yang memanfaatkan krisis Pandemi Covid-19 melalui pemasaran proyek baru adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk ( BSDE), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Tak hanya memperkenalkan proyek terbaru, mereka juga meraup pendapatan fantastis dengan catatan waktu singkat hanya dalam hitungan jam, dan maksimal satu hari.

CTRA meraup Rp 55 miliar atas proyek CitraGran Puri, di Jakarta Barat, sementara BSDE mendulang Rp 200 miliar atas proyek Invensihaus R di BSD City. Head of Investor Relations BSDE Christy Grassela mengatakan, proyek Invensihaus R merupakan perumahan dengan harga terjangkau yang diperuntukkan bagi segmen menengah. Langkah BSDE melansir proyek tersebut adalah sebagai langkah untuk mengantisipasi situasi pasar yang masih tidak menentu akibat Pandemi Covid-19. “Produk dengan rentang harga Rp 1 miliar hingga maksimum Rp 2 miliar, masih akan menjadi fokus utama kami. Karena disambut antusias pasar,” kata Christy dalam konferensi virtual. (Kompas.com)

Selain menggenjot penjualan melalui produk-produk yang dibutuhkan pasar, Perusahaan juga akan memprioritaskan sisi pengembangan kualitas aset untuk menghasilkan value signifikan. BSDE dan CTRA adalah contoh dua pengembang top Indonesia yang terus saling berkompetisi menjadi yang terbesar, dan paling berpengaruh.

 

Informasi Selengkapnya Klik :  DISINI

 

Bagaimana dengan pengembang lainnya? Dalam catatan Kompas.com, terdapat nama PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Perusahaan yang dirintis Alexander Tedja ini merupakan penguasa atau raja di Surabaya, Jawa Timur. Kiprahnya di Jakarta dikenal dengan rekam jejak pusat-pusat belanja dengan tingkat kunjungan tinggi. Sebut saja, Kota Kasablanka Mall dan Gandaria City Mall, serta Plaza Blok M. Ketiganya berada di Jakarta Selatan.

Perusahaan ini pun tengah menjajaki pengembangan baru mixed use development di Bekasi, dan Koridor Simatupang, Jakarta Selatan. Sementara nama lain yang ikut dalam gelanggang persaingan adalah PT Lippo Karawaci Tbk ( LPKR) yang baru saja mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan penutupan atap 28 menara sekaligus di megaproyek Meikarta, Cikarang.

Kapitalisasi Pasar

Berdasarkan kapitalisasi pasar atau market capi, hingga saat ini, per Senin 13 Juli 2020, PWON mencatatkan diri sebagai nomor satu di Indonesia dengan nilai Rp 19,45 triliun.

Disusul di peringkat kedua BSDE yang mencatat kapitalisasi pasar senilai Rp 15,87 triliun.

Sementara CTRA membukukan market cap sebesar Rp 12,06 triliun. Bagaimana peringkat lima besar pengembang berdasarkan kapitalisasi pasar ?

Berikut daftarnya:

  1. PT Pakuwon Jati Tbk dengan market cap Rp 19,45 triliun
  2. PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan market cap Rp 15,87 triliun
  3. PT Metropolitan Kentjana Tbk dengan market cap Rp 14,98 triliun
  4. PT Ciputra Development Tbk dengan market cap Rp 12,06 triliun
  5. PT Lippo Karawaci Tbk dengan market cap Rp 10, 91 triliun

 

 

News Feed