Tips Supaya Tidak Tertipu Beli Rumah Syariah

Beberapa waktu, perumahan Islami mencuat karena ada penipuan dengan kedok pengembang Islam. Berikut adalah tips agar Anda tidak menyontek jika ingin membeli rumah syariah.

Direktur Pengembangan dan Studi Islam Indonesia (IDEAS) dan Staf Pengajar FEUI Yusuf Wibisono menjelaskan calon pembeli harus memperhatikan rekam jejak pengembang. Misalnya, mulai mencari tahu latar belakang pengembang, pemilik untuk memastikan melalui situs web.

“Kita harus mencari tahu apakah perusahaan sudah ada sejak lama atau tidak. Jangan lupa mengunjungi kantor fisik, jangan hanya memasok brosur dengan rumah, pastikan perusahaan ada di sana atau tidak,” Yusuf mengatakan kepada detik.com.

Dia menambahkan, ketika dia datang ke lokasi proyek konstruksi. Calon pembeli juga harus mencari tahu apakah ada masalah dengan tanah tersebut. Ini bisa ditanyakan kepada warga sekitar tanah.

Informasi Selengkapnya Klik :  DISINI

Maka, pembeli juga jangan mudah tergiur dengan harga murah dan tidak wajar. Harus juga melakukan perhitungan sendiri sebelum mendapatkan perhitungan harga rumah.

“Iming-iming harga ini sering menyilaukan pembeli, jika ada pengembang yang sangat murah, itu harus diwaspadai agar tidak apa adanya. Itu bisa saja dibangun di awal, tetapi gelombang uang berikutnya diambil, jadi kamu harus hati – hati “jelasnya.

Pengembang dan praktisi properti syariah, Amin, mengungkapkan bahwa calon pembeli rumah syariah harus memperhatikan legalitas pengembang. Selanjutnya, pastikan pengembang dimasukkan dalam komunitas.

“Ini sangat penting, masalah kemarin adalah mereka berdiri sendiri. Jika komunitas itu insya Allah, itu aman karena ada jaringan,” katanya.

Amin juga mengatakan bahwa calon pembeli tidak mudah percaya dengan harga yang sangat murah. “Misalnya, ada harga rumah Rp. 50 juta, bagaimana mungkin, berapa harga tanah, berapa bangunan, berapa biaya pelayanan. Jadi jangan tergoda oleh rumah sangat murah, “katanya.